Dewaweb Blog | Mengenal Apa Itu Virus Trojan – Jenis malware ini bekerja dengan cara yang licik, yaitu menyamar dan menipu para penggunanya agar dapat masuk ke dalam perangkat tanpa disadari, sehingga Trojan adalah salah satu jenis malware yang menjadi ancaman digital dalam keamanan siber.
Kecenderungan tersebut membuat trojan menjadi salah satu ancaman siber yang paling sering dijumpai di internet. Bahkan, data mencatat bahwa 58% malware yang menyerang komputer adalah trojan. Artinya, sebagian besar kasus infeksi malware berawal dari Trojan.
Sources: https://www.getastra.com/blog/security-audit/malware-statistics/
Lantas apa itu trojan dan mengapa malware tersebut dapat masuk dengan mudah kedalam perangkat? Simak penjelasannya disini!
Baca juga: Apa itu Malware? Pengertian, Jenis dan Cara Mengatasinya
Apa Itu Trojan?
Apa Itu Virus Trojan? – Trojan adalah sebuah program berbahaya yang menyamar menjadi file atau software yang terlihat aman. Umumnya, trojan sering disisipkan ke dalam file sehari-hari seperti lampiran email, musik, atau game komputer, sehingga korban sering tidak menyadari keberadaannya.
Nama “Trojan” sendiri diambil dari kisah kuda Trojan dalam mitologi Yunani, yang berhasil mengecoh musuh dengan tampilan luar yang tampak tidak berbahaya. Begitu berhasil masuk ke dalam perangkat, malware ini melakukan aksi berbahaya, seperti menghapus, merusak hingga memodifikasi data penting.
Tampilan luarnya yang tidak terlihat berbahaya menjadikan trojan sebagai salah satu jenis malware yang paling sering digunakan oleh hacker. Korbannya serangan ini sendiri tidak hanya pengguna individu tetapi mampu mencapai tingkat perusahaan besar.
Baca juga: Penting! Ini 12 Cara Meningkatkan Keamanan Website Kamu
Cara Kerja Virus Trojan
Agar dapat terhindar dari virus trojan, tentunya kamu perlu mengetahui cara kerja virus tersebut terlebih dahulu. Berikut adalah Cara Kerja Virus Trojan dari awal hingga akhir, yaitu:
- Menyamar untuk masuk ke dalam sistem dalam bentuk software bajakan, email, link download mencurigakan, hingga update sistem palsu.
- Menyusup masuk ke dalam sistem dan membuka backdoor untuk mempermudah serangan lain masuk.
- Menyerang sistem secara diam-diam seperti mencuri data pribadi, merekam aktivitas user, menginstal malware lain, hingga mengubah struktur atau konfigurasi sistem.
- Melakukan botnetting, yaitu mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh.
- Bersembunyi dari pencarian antivirus dengan cara menyamar sebagai file sistem, menyembunyikan kegiatan di task manager, hingga memodifikasi registry sistem.
Hal ini membuat korban tidak mengetahui akan keberadaan dan bahaya yang diberikan dari trojan. Sehingga saat keberadaannya disadari, korban akan kesulitan untuk menghilangkan malware atau melindungi perangkat dan datanya.
Jenis-jenis Trojan
Setelah mengetahui definisinya, kamu juga harus mengetahui Jenis-jenis Trojan yang tersebar di internet. Berikut beberapa jenis malware serta tujuannya, di antaranya:
- Backdoor trojan, digunakan untuk membuka pintu belakang komputer (backdoor) untuk mempermudah penyerang memasukkan malware berbahaya lainnya. Backdoor sering digunakan untuk menerapkan botnet, sehingga peretas dapat mengendalikan perangkat sesuka hati.
- Downloader trojan, digunakan untuk mendownload malware berbahaya lainnya ke dalam sistem. Malware ini sering digunakan untuk memperluas dan memperkuat serangan setelah trojan pertama berhasil menginfiltrasi sistem.
- Infostealer trojan, digunakan untuk mencuri data pribadi dari sistem yang diserang. Data tersebut dapat diambil tanpa sepengetahuan pemilik sistem sehingga tidak terdeteksi sebagai bahaya oleh antivirus.
- Remote trojan, digunakan untuk mengambil akses dan kendali sistem secara penuh lewat jarak jauh. Setelah malware ini berhasil diterapkan, maka malware lainnya dapat masuk dengan mudah tanpa sepengetahuan korbannya.
- DDoS trojan, digunakan untuk melakukan serangan DDoS guna merusak atau menimbulkan down-time pada jaringan. Malware biasanya akan memanfaatkan botnet untuk merusak jaringan dan website hingga tidak bisa diakses kembali.
- Fake antivirus trojan, digunakan untuk berpura-pura menjadi program antivirus untuk menyusupkan malware. Malware ini akan menunjukkan pop-up bahwa perangkat telah terkena virus dan mendorong korbannya untuk membayar biaya untuk antivirus palsu tersebut.
- Rootkit trojan, digunakan untuk menyembunyikan data dan aktivitas malware sehingga sulit untuk dideteksi. Tujuannya adalah untuk memperpanjang durasi malware bertahan dalam sistem dan memperluas area kerusakan yang diciptakan.
- Ransom trojan, merupakan sebuah malware yang mampu menyandera perangkat, mengubah data, dan membuat kerusakan. Korban baru bisa mendapatkan data/akses dan memperbaiki perangkatnya setelah membayar biaya tebusan yang telah ditentukan.
- Exploit trojan, digunakan untuk memanfaatkan kerentanan program atau aplikasi untuk menyerang sistem. Nantinya malware akan menyerang dan membuka celah tersebut untuk mempermudah malware lainnya masuk.
- GameThief trojan, digunakan untuk mencuri data dan informasi pribadi dari pemain game online. Akun korban nantinya dapat disalahgunakan untuk menyerang atau menipu korban lainnya.
- Spy trojan, digunakan untuk memata-matai semua kegiatan dan aktivitas korban. Malware ini akan mengambil screenshot dan mendata seluruh situs, program, hingga password yang dibuka oleh korban selama eksistensinya belum diketahui.
Baca juga: 12 Jenis Virus Komputer Berbahaya dan Cara Mengatasinya
Cara Menghindari Virus Trojan
Berikut adalah Cara Menghindari Virus Trojan yang bisa kamu ikuti agar perangkat terhindar dari serangan trojan, di antaranya:
1. Menggunakan antivirus yang canggih dan terpercaya.
Cara pertama adalah menggunakan antivirus yang terpercaya dan memiliki fitur yang beragam. Dengan adanya antivirus, kamu dapat melakukan pemindaian virus secara teratur agar terhindar dari serangan trojan.
Selain itu, kamu juga dapat memperbarui sistem atau aplikasi dengan tenang karena antivirus akan mengecek bahaya di sistem yang ingin kamu perbarui.
2. Hindari website serta file yang mencurigakan.
Saat menjelajahi internet, berhati-hatilah agar tidak membuka website yang mencurigakan atau memiliki pop-up yang berlebihan. Hindari juga mendownload file bajakan dari website yang tidak jelas asal usulnya.
Dikarenakan file tersebut berkemungkinan mengandung malware berbahaya yang dapat menyerang sistem atau perangkat tanpa kamu ketahui.
3. Membuat password yang kuat.
Cara ini memang terlihat cukup sederhana, namun dengan password yang kuat kemungkinan virus trojan menyerang sistem akan lebih minim. Agar lebih efektif, kamu juga dapat menggunakan autentikasi dua faktor (2FA).
4. Rutin backup data dan scan website
Lakukan backup data secara rutin ke cloud atau hard-drive untuk memastikan keamanan file dan data yang kamu miliki. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal buruk atau pencurian data.
Jika memiliki website, maka ada baiknya kamu rutin melakukan scan website untuk melacak malware yang kemungkinan membahayakan sistem atau perangkat.
5. Menelusuri dan mencatat software yang ada di perangkat.
Cara ini dilakukan untuk mengetahui kehadiran aplikasi yang sebelumnya tidak ada di perangkat. Dengan mencatat software yang anda miliki secara rutin, kamu dapat mengetahui jika perangkat dimasuki malware yang berbahaya.
Sudah Tahu Apa Itu Virus Trojan dan Dampaknya?
Trojan adalah malware yang menyamar menjadi file yang tidak berbahaya untuk merusak sistem kamu secara diam-diam. Virus ini merupakan virus berbahaya karena mampu menyembunyikan eksistensinya sehingga saat ditemukan sistem telah mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
Maka dari itu, ikuti cara-cara di atas untuk mengetahui ciri-ciri eksistensi virus trojan di perangkat serta cara menghindarinya. Demikian informasi dari artikel ini, semoga bermanfaat ya!.
Untuk menjaga keamanan data website Anda, pastikan menggunakan layanan Cloud Hosting Terbaik Indonesia dari Dewaweb yang sudah terbukti!.

