Berdasarkan laporan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 221,56 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet pada tahun 2024. Ini berarti hampir 80 persen populasi Indonesia sudah aktif secara digital (APJII, 2024). Mayoritas pengguna berasal dari generasi muda, yaitu Gen Z dan Milenial, yang rata-rata menggunakan internet lebih dari lima jam sehari, terutama melalui smartphone.
Kondisi ini menunjukkan peluang yang sangat besar untuk meningkatkan visibilitas brand Anda. Namun, peluang ini hanya bisa dimanfaatkan secara maksimal jika Anda memiliki digital presence yang solid, terutama melalui website.
Assets Digital Sangat Penting bagi Brand Visibility?
Aktivitas terbanyak pengguna internet di indonesia adalah mencari berita dan informasi, media sosial, disusul dengan transaksi online (APJII, 2024). Artinya, website adalah sumber utama yang dikunjungi untuk mencari pengetahuan, menjawab rasa ingin tahu, hingga mengevaluasi & transaksi sebuah produk atau layanan.
Media sosial memang penting sebagai kanal distribusi, tetapi kontennya seringkali hanya menjadi pengantar menuju sesuatu yang lebih lengkap. Dan tempat lengkap itu adalah website Anda. Analogi sederhananya, media sosial adalah etalase, sementara website adalah toko utamanya. Tanpa toko yang jelas dan terpercaya, pengunjung yang sudah tertarik bisa pergi begitu saja.Survei APJII 2024
Disrupsi Era Generatif AI
Tren terbaru menunjukkan bahwa banyak orang mulai beralih dari mesin pencari seperti Google ke AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Perplexity. Menurut laporan dari Search Engine Land (2025), sekitar 71,5 persen pengguna sudah mencoba menggunakan AI untuk mencari informasi. Bahkan, 20,2 persen diantaranya telah mengganti mesin pencari utamanya ke AI. Fakta yang lebih menarik adalah, meskipun pengguna mencari informasi lewat AI, sumber data utama yang digunakan AI tetap berasal dari website yang bisa diakses publik. Artinya, website Anda tetap punya peran penting, bahkan dalam dunia yang makin didominasi oleh AI.Bagaimana Website Bisa Terbaca dan Diakui oleh AI?
LLM (Large Language Models) seperti Chat GPT dapat memberikan impact positif untuk website dalam bentuk traffic referral dari hasil jawaban. Mereka menyusun jawaban berdasarkan “pengetahuan umum” yang mereka pelajari dari banyak sumber.
*source: https://www.linkedin.com/pulse/cara-kerja-llm-seo-brand-visibility-joe-handaya-lscqc/Menyadur dari sebuah postingan Joe Handaya salah satu praktisi SEO di Indonesia, yang memberikan informasi strategi brand visibility melalui cara gabungan SEO + LLM. Berikut ini adalah beberapa strategi yang bisa Anda terapkan, disarikan dari prinsip “SEO LLM Brand Visibility”:

