Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

60 Perintah Dasar Linux & Lengkap dengan Contoh Penggunaannya

Perintah Dasar Linux - Pelajari 60 Perintah Dasar Linux lengkap dengan fungsinya serta Cara Penggunaan Perintah Dasar Linux Pada Terminal.

Dewaweb Blog | Perintah Dasar Linux – Sebuah instruksi yang digunakan untuk berinteraksi langsung dengan sistem operasi Linux melalui terminal. Dengan perintah-perintah tersebut kamu dapat mengelola file, memantau sistem, mengatur pengguna, hingga melakukan konfigurasi jaringan secara efisien. 

Baca juga: Mengenal Pengertian Sistem Operasi Linux.

Setiap perintah memiliki fungsi spesifik, mulai dari menampilkan daftar file, memindahkan data, hingga mengatur izin akses. Tidak hanya itu, kombinasi beberapa perintah juga dapat memberikan hasil yang lebih kompleks dan efisien.

Banner Mobile

Pada artikel ini, kamu akan menemukan daftar lengkap perintah dasar Linux beserta fungsi dan contoh penggunaannya. Sebelum lanjut, berikut ini penjelasan singkat dari setiap perintah dasar linux dan fungsinya.

Nama Perintah Fungsi
ls Menampilkan daftar file dan direktori pada lokasi tertentu.
pwd Menampilkan path direktori kerja saat ini.
cd Berpindah direktori kerja.
mkdir Membuat direktori baru.
rmdir Menghapus direktori kosong.
rm Menghapus file atau direktori permanen.
cp Menyalin file atau direktori.
mv Memindahkan atau mengganti nama file/direktori.
touch Membuat file kosong atau memperbarui timestamp file.
file Menampilkan tipe file berdasarkan isi.
grep Mencari teks atau pola pada file.
cat Menampilkan isi atau menggabungkan file.
tail Menampilkan baris terakhir dari file.
head Menampilkan baris awal dari file.
less Melihat isi file halaman demi halaman.
more Menampilkan isi file per halaman dengan navigasi terbatas.
df Menampilkan penggunaan ruang disk.
du -h Menampilkan ukuran file/direktori dalam format mudah dibaca.
chmod Mengubah permission file/direktori.
chown Mengubah kepemilikan file/direktori.
cut Memotong bagian tertentu dari file/data.
diff Membandingkan isi dua file baris demi baris.
tee Menyimpan output perintah ke file dan menampilkannya.
locate Mencari file berdasarkan nama dari database indeks.
find Mencari file atau direktori di filesystem.
sudo Menjalankan perintah dengan hak akses root.
su Berpindah user di terminal.
whoami Menampilkan username yang sedang aktif.
uname -a Menampilkan informasi detail sistem.
useradd, userdel Membuat atau menghapus akun user.
nano Editor teks sederhana di terminal.
apt Manajer paket pada Debian/Ubuntu.
dnf Manajer paket pada Fedora/RHEL.
zypper Manajer paket pada openSUSE.
systemctl Mengontrol layanan pada sistem berbasis systemd.
ps -ax Menampilkan daftar proses yang sedang berjalan.
kill Menghentikan proses berdasarkan PID.
reboot Me-restart sistem.
iptables Mengatur firewall Linux.
free -m Menampilkan penggunaan memori (RAM) dalam MB.
jobs Menampilkan daftar proses di latar belakang shell.
bg, fg Memindahkan proses antara latar depan dan belakang.
shutdown Mematikan atau restart sistem secara langsung/terjadwal.
ping Menguji konektivitas ke host atau IP.
wget Mengunduh file dari internet.
curl Mengambil/mengirim data ke server.
scp Menyalin file antar komputer via SSH.
rsync Sinkronisasi file/direktori lokal atau jarak jauh.
ip Mengatur dan menampilkan informasi jaringan.
netstat Menampilkan koneksi jaringan dan port terbuka.
traceroute Melacak rute paket data ke tujuan.
nslookup Mencari informasi DNS domain/IP.
dig Mendapatkan informasi DNS lebih detail.
history Menampilkan riwayat perintah yang dijalankan.
man Menampilkan manual panduan perintah.
echo Menampilkan teks atau variabel
ln Membuat tautan (hard/symbolic) antar file.
alias, unalias Membuat atau menghapus pintasan perintah
cal Menampilkan kalender di terminal.
tar Mengarsipkan atau mengekstrak file.

Untuk penjelasan lebih lengkap, yuk simak artikel ini sampai akhir!

Perintah Dasar Linux Melalui Terminal

Perintah Dasar Linux merupakan kumpulan instruksi yang akan sering kamu gunakan saat berinteraksi dengan Linux melalui terminal. Ketahui setiap perintah beserta penjelasan singkat dan contoh syntax agar kamu bisa langsung mempraktikkannya di bawah ini.

1. ls

Perintah ls digunakan untuk menampilkan daftar file dan folder di lokasi yang ditentukan. Jika tidak diberikan path, perintah ini akan menampilkan isi direktori aktif saat ini. Untuk melihat lebih banyak detail atau file tersembunyi, gunakan opsi seperti -a (all), -R (rekursif ke subdirektori), atau -lh (long listing dengan ukuran human-readable).

Contoh:

ls

ls -alh /var/log

ls -R /home/username

2. pwd

Perintah pwd (print working directory) menampilkan jalur lengkap dari direktori yang sedang digunakan, sehingga memudahkan untuk mengetahui posisi Anda dalam struktur file. pwd mendukung opsi -L (menampilkan nilai variabel lingkungan/symlink) dan -P (menampilkan path fisik tanpa mengikuti symlink).

Contoh:

pwd

pwd -P

3. cd

Perintah cd berguna untuk berpindah direktori yang akan menerima path absolut atau relatif. Jika tidak memberi argumen, cd membawa kamu ke direktori home. Selain itu juga terdapat shortcut berguna seperti cd .. (naik satu tingkat), cd – (kembali ke direktori sebelumnya), dan cd ~username (masuk ke home user lain).

Contoh:

cd /var/www/html

cd ..

cd -

4. mkdir

Perintah Mkdir berfungsi untuk membuat direktori baru. kamu dapat membuat satu atau beberapa direktori sekaligus tergantung path yang diberikan. Opsi penting termasuk -p (membuat parent yang belum ada), -m (menetapkan permission mode saat pembuatan), dan -v (verbose, menampilkan pesan). Pastikan kamu memiliki izin yang diperlukan pada direktori induk.

Contoh:

mkdir project

mkdir -p Music/2025/Songs

mkdir -m 755 website_assets

5. rmdir

Perintah rmdir yang dipakai untuk menghapus direktori yang kosong. Jika direktori berisi file atau subdirektori, perintah ini akan gagal dan menampilkan error. Untuk menghapus beberapa level kosong sekaligus, gunakan rmdir -p (menghapus parent yang kosong juga). Untuk direktori berisi file gunakan rm -r dengan hati-hati.

Contoh:

rmdir old_folder

rmdir -p a/b/c

6. rm

Perintah rm digunakan untuk menghapus file secara permanen. Karena file yang dihapus tidak dipindahkan ke tempat sampah, pengguna perlu berhati-hati saat menggunakannya. Selain itu juga terdapat opsi umum seperti -i (konfirmasi sebelum hapus), -f (paksa tanpa konfirmasi), dan -r (rekursif untuk menghapus direktori beserta isinya). Hindari menjalankan rm -rf tanpa memastikan targetnya.

Contoh:

rm file.txt

rm -i important.doc

rm -rf old_project_backup

7. cp

Perintah cp untuk menyalin file atau direktori dari sumber ke tujuan. Untuk menyalin direktori beserta isinya gunakan -R atau opsi -a (archive) untuk menjaga atribut file. Kamu juga bisa menyalin beberapa file sekaligus ke direktori tujuan.

Contoh:

cp report.txt /home/username/Documents

cp file1.txt file2.txt /home/username/backup

cp -R /home/username/Documents /home/username/Documents_backup

8. mv

Perintah mv digunakan untuk memindahkan file/direktori atau merename file. Sintaksnya sederhana, kamu hanya perlu sebutkan sumber lalu tujuan, lalu jika tujuan adalah nama baru di lokasi sama maka fungsi yang terjadi adalah rename. Perintah ini tidak membuat salinan.

Contoh:

mv notes.txt /home/username/Documents

mv oldname.txt newname.txt

9. touch

Perintah touch berfungsi untuk membuat file kosong baru atau memperbarui timestamp (access/modify time) file yang sudah ada. Jika path dihilangkan, file baru akan dibuat di direktori kerja saat ini. Berguna juga untuk menyiapkan placeholder file.

Contoh:

touch todo.txt

touch /tmp/newfile.log

10. file

Perintah file mendeteksi tipe sebuah berkas (teks, gambar, biner, dll.) dengan menganalisis isi, bukan hanya ekstensi. Opsi -i menampilkan tipe MIME, sedangkan -k memberikan informasi lebih mendalam pada sebagian utilitas. Kamu dapat mengecek beberapa file sekaligus dengan menyebutkannya satu per satu.

Contoh:

file README.md

file -i image.png

file *.sh

11. grep

Perintah grep digunakan untuk mencari teks atau pola tertentu di dalam satu atau lebih file. Sangat berguna ketika ingin menemukan data spesifik di file yang panjang atau log yang besar. Pencarian bisa sensitif huruf besar-kecil atau diabaikan sesuai opsi.

Contoh:

grep "server" /var/log/syslog  

grep -ri "error" .

12. cat

Perintah cat (concatenate) berfungsi untuk menampilkan seluruh isi file di terminal serta dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa file menjadi satu. Perintah ini ideal untuk membaca file teks berukuran kecil atau menggabungkan data.

Contoh:

cat config.txt  

cat part1.txt part2.txt > full.txt

13. tail

Perintah tail digunakan untuk menampilkan sejumlah baris terakhir dari sebuah file. Berguna untuk memantau log secara langsung, terutama saat sistem sedang berjalan.

Contoh:

tail -n 15 data.log  

tail -f /var/log/auth.log

14. head

Perintah head adalah kebalikan dari tail, yaitu untuk menampilkan beberapa baris pertama dari file. Cocok untuk melihat preview isi file tanpa membuka semuanya.

Contoh:

head -n 8 README.md  

head -c 100 sample.txt

15. less

Perintah less digunakan untuk melihat isi file halaman demi halaman, sehingga lebih nyaman dibanding cat untuk file yang besar. Kamu dapat scroll naik-turun dan mencari teks di dalamnya.

Contoh:

less large_report.txt  

16. more

Perintah more mirip less tetapi fitur navigasinya lebih sederhana. File ditampilkan secara bertahap per halaman, memungkinkan pengguna berpindah ke halaman berikutnya, namun dengan keterbatasan untuk menelusuri kembali ke halaman sebelumnya.

Contoh:

more /etc/services  

17. df

Perintah df (disk free) berguna untuk menampilkan informasi kapasitas dan penggunaan ruang pada partisi disk.

Contoh:

df -h  

df -t ext4

18. du -h

Perintah du (disk usage) berfungsi untuk menghitung ukuran file atau folder. Menambahkan opsi -h akan menampilkan ukuran dalam format yang lebih mudah dibaca, seperti KB, MB, atau GB.

Contoh:

du -h ~/Projects  

du -sh /var/log

19. chmod

Perintah chmod yang mampu mengubah permission (hak akses) file atau folder. Selain itu kamu juga dapat menggunakan angka (mode numerik) atau huruf (mode simbolik).

Contoh:

chmod a+x script.sh  

chmod g-w data.csv

20. chown

Perintah chown berfungsi untuk mengubah kepemilikan file atau folder, termasuk user dan grup yang berhak mengaksesnya.

Contoh:

chown alex report.docx  

chown -R deploy:deploy /var/www/app

21. cut

Perintah cut digunakan untuk mengambil bagian tertentu dari sebuah file atau data yang masuk melalui input standar. Pemotongan dapat dilakukan berdasarkan jumlah byte, karakter, atau kolom tertentu yang dipisahkan menggunakan delimiter. Biasanya digunakan untuk memproses file CSV, log, atau data teks lain yang terstruktur.

Opsi umum:

  • -f: memilih kolom tertentu (field)
  • -b: memilih berdasarkan posisi byte
  • -c: memilih berdasarkan posisi karakter
  • -d: menentukan pembatas kolom (delimiter)

Contoh:

cut -d';' -f2,4 data.csv 

cut -c1-5 notes.txt

22. diff

Perintah diff membandingkan isi dua file baris demi baris, lalu menampilkan perbedaannya. Cocok untuk memeriksa perubahan kode atau konfigurasi. Output-nya menunjukkan baris mana yang dihapus, ditambah, atau diubah.

Opsi umum:

  • -u: format unified (lebih ringkas dan umum digunakan di pemrograman)
  • -c: format konteks (menampilkan beberapa baris sekitar perbedaan)
  • -i: mengabaikan perbedaan huruf besar/kecil

Contoh:

diff -u config_old.cfg config_new.cfg  

diff -i draft1.txt draft2.txt

23. tee

Perintah tee berguna untuk menerima input dari perintah lain, lalu menulisnya ke layar dan file sekaligus. Sangat berguna untuk menyimpan hasil eksekusi perintah sambil tetap melihat output di terminal.

Contoh:

ls -lh | tee list_file.txt  

uptime | tee -a sys_status.log

24. locate

Perintah locate untuk mencari file berdasarkan nama menggunakan database indeks yang diperbarui secara berkala. Pencarian ini biasanya lebih cepat dibanding find.

Contoh:

locate report  

locate -i log

25. find

Perintah find berfungsi untuk mencari file atau folder di lokasi tertentu secara langsung di filesystem. Perintah ini juga dapat digunakan untuk mencari berdasarkan nama, tipe, ukuran, tanggal modifikasi, atau kriteria lainnya.

Contoh:

find /usr/local/bin -name "*.sh"  

find / -type d -name backup

26. sudo

Untuk memungkinkan user menjalankan perintah dengan hak akses administratif (root), kamu dapat menggunakan perintah sudo. Umumnya digunakan untuk instalasi software, mengubah konfigurasi sistem, atau manajemen user.

Contoh:

sudo apt update && sudo apt upgrade  

sudo rm /var/log/old.lo

27. su

Perintah su (substitute user) digunakan untuk berganti user di terminal, termasuk ke akun root jika diizinkan.

Contoh:

su -  

28. whoami

Perintah whoami untuk menampilkan username dari akun yang sedang aktif di terminal. Sering digunakan untuk memeriksa identitas ketika bekerja di server multi-user.

Contoh:

whoami  

29. uname -a

Perintah Linux uname -a digunakan untuk memberikan informasi detail tentang sistem, termasuk kernel, hostname, arsitektur prosesor, dan waktu kompilasi kernel.

Contoh:

uname -a  

uname -s

30. useradd, userdel

Perintah useradd digunakan untuk membuat akun user baru, sedangkan userdel menghapus akun user dari sistem. Biasanya digunakan bersama passwd untuk mengatur kata sandi user baru.

Contoh:

sudo useradd tester

sudo passwd tester  

sudo userdel tester

31. nano

Perintah nano adalah editor teks sederhana yang berjalan di terminal dan mudah digunakan bahkan untuk pemula. Perintah ini biasanya dipakai untuk membuat atau mengedit file konfigurasi maupun skrip. Setelah selesai mengedit, simpan perubahan dengan menekan Ctrl+X, lalu ketik Y untuk mengonfirmasi, dan tekan Enter.Contoh:

nano file1.php

nano /etc/hosts

32. apt

Perintah apt digunakan pada distribusi berbasis Debian dan Ubuntu untuk mengelola paket software, seperti menginstal, menghapus, atau memperbarui sistem. Pengguna biasanya menjalankan apt update untuk menyegarkan daftar paket, lalu apt upgrade atau apt dist-upgrade untuk memperbarui sistem.

Contoh:

apt update && apt dist-upgrade

apt install apache2

apt remove apache2

33. dnf

Perintah dnf adalah manajer paket pada Fedora, RHEL, AlmaLinux, dan Rocky Linux yang berfungsi untuk instalasi, penghapusan, dan pembaruan software. Format penggunaannya mirip apt, hanya berbeda di perintah dasarnya.

Contoh:

dnf update

dnf install httpd

dnf remove httpd

34. zypper

Zypper adalah manajer paket bawaan openSUSE yang digunakan untuk memperbarui sistem, menginstal paket baru, atau menghapus paket yang tidak diperlukan. Umumnya, perintah ini dijalankan bersama zypper refresh untuk memperbarui daftar repositori.

Contoh:

zypper refresh && zypper dup

zypper install httpd

zypper remove httpd

35. systemctl

Perintah systemctl adalah perintah untuk mengontrol layanan (service) pada sistem berbasis systemd. Perintah ini dapat digunakan untuk memulai, menghentikan, merestart, atau memeriksa status layanan.

Contoh:

systemctl start httpd

systemctl stop httpd

systemctl restart httpd

36. ps -ax

Untuk menampilkan menampilkan daftar seluruh proses yang sedang berjalan di sistem kamu dapat menggunakan perintah ps -ax, ia akan memberikan informasi seperti PID, terminal, status, waktu berjalan, dan perintah yang memulai proses tersebut.

Contoh:

ps -ax

ps -ax | grep apache

37. kill

Perintah kill digunakan untuk menghentikan proses secara manual dengan mengirim sinyal ke PID (Process ID) tertentu. Opsi -9 memaksa proses untuk berhenti tanpa menunggu.

Contoh:

kill -9 1234

kill 5678

38. reboot

Untuk melakukan restart penuh pada sistem, kamu dapat menggunakan perintah reboot. Umumnya digunakan setelah melakukan pembaruan sistem atau perubahan konfigurasi penting yang membutuhkan proses reboot. Sebelum menjalankannya, disarankan untuk menghentikan layanan penting terlebih dahulu agar tidak ada data yang hilang.

Contoh:

systemctl stop mysql

reboot

39. iptables

Perintah iptables digunakan untuk mengatur firewall di Linux, seperti membuka, menutup, atau memfilter lalu lintas jaringan berdasarkan port dan protokol. Untuk melakukan perintah ini diperlukan akses root untuk menjalankannya.

Contoh:

iptables -I INPUT -p tcp --dport 443 -j ACCEPT

iptables -I INPUT -p tcp --dport 443 -j REJECT

40. free -m

Perintah free -m yang digunakan untuk menampilkan informasi penggunaan memori (RAM) dalam satuan megabyte. Output-nya menunjukkan kapasitas total, jumlah yang sedang digunakan, dan sisa yang tersedia. 

Contoh:

free -m

41. jobs

Perintah jobs digunakan untuk menampilkan daftar proses yang berjalan di latar belakang atau sedang dihentikan sementara dalam shell aktif. Perintah ini tersedia hanya pada shell tertentu, seperti bash, csh, dan ksh. Opsi seperti -l dapat digunakan untuk menampilkan PID, -n untuk menampilkan proses yang statusnya berubah sejak terakhir dicek, dan -p hanya untuk menampilkan PID.

Contoh:

jobs

jobs -l

42. bg, fg

Perintah bg (background) untuk mengembalikan proses yang dihentikan sementara (stopped) ke mode berjalan di latar belakang, sedangkan fg (foreground) memindahkan proses kembali ke mode berjalan di latar depan. Perintah ini sangat berguna saat kamu ingin mengelola multitasking di terminal tanpa menutup proses yang sedang berjalan.

Contoh:

sleep 60 &

jobs

fg %1

bg %1

43. shutdown

Perintah shutdown digunakan untuk mematikan atau me-restart sistem pada waktu tertentu, baik secara langsung maupun terjadwal. Kamu dapat menggunakan format waktu seperti +10 untuk menjadwalkan dalam menit, atau jam absolut seperti 22:30. Gunakan opsi -r untuk restart dan -c untuk membatalkan jadwal yang sudah dibuat.

Contoh:

shutdown +5 "Sistem akan dimatikan dalam 5 menit"

shutdown -r now

shutdown -c

44. ping

Perintah ping berfungsi untuk menguji konektivitas ke host atau alamat IP tertentu serta mengukur waktu responnya. Ini membantu mendeteksi apakah suatu server dapat dijangkau dari sistem kamu. Perintah akan terus berjalan hingga dihentikan secara manual (Ctrl+C).

Contoh:

ping 8.8.8.8

ping -c 4 example.com

45. wget

Wget adalah baris perintah untuk mengunduh file dari internet melalui protokol HTTP, HTTPS, atau FTP. Opsi tambahan seperti -c dapat digunakan untuk melanjutkan unduhan yang terputus, dan -O untuk menyimpan file dengan nama tertentu.

Contoh:

wget https://example.com/file.zip

wget -O data.html https://example.com

46. curl

Perintah curl digunakan untuk mentransfer data ke atau dari server menggunakan berbagai protokol seperti HTTP, HTTPS, FTP, dan lainnya. Selain untuk mengambil konten web, curl juga sering digunakan untuk mengirim permintaan API dengan metode khusus (-X) atau mengunggah file (-F).

Contoh:

curl https://example.com

curl -o gambar.png https://example.com/image.png

curl -X POST -d "username=test&password=1234" https://example.com/login

47. scp

Perintah scp atau secure copy memungkinkan kamu menyalin file atau folder antar komputer melalui jaringan dengan protokol SSH. Kamu bisa menentukan port khusus dengan -P atau mengompresi data selama transfer dengan -C.

Contoh:

scp -P 2222 backup.sql [email protected]:/home/user/

scp -r /var/www/html user@server:/var/www/

48. rsync

Untuk menyinkronkan file atau folder antara dua lokasi, kamu dapat menggunakan perintah rsync, baik secara lokal maupun melalui jaringan. Keunggulannya adalah hanya mengirim bagian file yang berubah, sehingga lebih efisien. Opsi -a mempertahankan atribut file, -v menampilkan detail proses, dan -z mengompresi data.

Contoh:

rsync -av /data/ [email protected]:/backup/data/

rsync -azv --progress /home/user/docs/ user@server:/home/user/docs/

49. ip

Perintah ip berguna untuk mengatur dan menampilkan informasi jaringan, menggantikan ifconfig pada banyak distro Linux terbaru. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan alamat IP, mengatur interface, atau mengonfigurasi rute jaringan.

Contoh:

ip address show

ip route add 192.168.1.0/24 via 192.168.1.1

50. netstat

Netstat adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan informasi terkait koneksi jaringan, tabel routing, serta statistik protokol. Perintah ini sering digunakan untuk memantau port yang terbuka atau melihat koneksi aktif. Opsi -t untuk koneksi TCP, -u untuk UDP, dan -p untuk menampilkan proses yang menggunakan port tersebut.

Contoh:

netstat -tuln

netstat -pantu

51. traceroute

Perintah traceroute digunakan untuk melacak rute yang dilalui paket data dari komputer kamu menuju ke alamat tujuan di jaringan. Hasilnya menampilkan setiap titik perantara (hop) beserta waktu tempuhnya.

Opsi lainnya:

  • -m: menentukan jumlah maksimum hop.
  • -w: mengatur waktu tunggu setiap respons.

Contoh:

traceroute -n dewaweb.com

52. nslookup

Perintah nslookup digunakan untuk mencari informasi DNS, seperti mengonversi domain menjadi IP atau sebaliknya. Jika tidak menentukan server DNS, ia akan menggunakan pengaturan default sistem.

Baca juga: Mengenal Apa Itu DNS.

Opsi umum:

  • type: mencari record tertentu (A, MX, TXT, dll.).
  • port: menggunakan port DNS selain default (53).
  • debug: menampilkan detail proses pencarian.

Contoh:

nslookup -type=MX yahoo.com

53. dig

Perintah dig (Domain Information Groper) adalah utilitas untuk mendapatkan data DNS secara lebih lengkap dibandingkan nslookup.

Contoh:

dig dewaweb.com ANY

54. history

Perintah history digunakan menampilkan daftar perintah yang pernah kamu jalankan di terminal. Perintah ini berguna untuk mengulang perintah tanpa mengetik ulang.

Contoh:

history -c

55. man

Perintah man digunakan untuk menampilkan manual atau panduan suatu perintah di Linux, yang berisi deskripsi, opsi, serta contoh penggunaannya.

Contoh:

man 5 passwd

56. echo

Perintah echo digunakan untuk menampilkan teks atau variabel di terminal.

Contoh:

echo "Belajar Linux"

57. ln

Perintah ln membuat tautan (link) antar file atau folder. Terdapat dua jenis yaitu hard link dan symbolic link (shortcut).

Contoh:

ln -s /var/log/nginx/access.log log_nginx

58. alias, unalias

Alias digunakan untuk membuat pintasan dari perintah yang panjang agar dapat dijalankan dengan lebih singkat dan efisien. Sebaliknya, perintah unalias berfungsi untuk menghapus alias yang telah dibuat sebelumnya, sehingga perintah akan kembali dijalankan dengan format aslinya.

Contoh:

alias nama='perintah'

unalias nama

59. cal

Perintah cal untuk menampilkan kalender langsung di terminal. Jika dijalankan tanpa argumen, perintah ini akan menampilkan kalender untuk bulan berjalan.

Contoh:

cal -3 12 2025

60. tar

Perintah tar yang digunakan untuk mengarsipkan dan mengekstrak file atau folder. Sering dipakai untuk membuat file .tar, .tar.gz, atau .tgz.

Contoh:

tar -czvf backup.tar.gz /home/user/dokumen

Kesimpulan

Perintah dasar Linux memudahkan pengguna dalam mengelola sistem, baik untuk mengakses file, memantau proses, hingga mengatur hak akses. Misalnya, perintah ls digunakan untuk menampilkan daftar file dan direktori dalam suatu folder. 

Dengan memahami perintah-perintah ini akan membuat pekerjaan lebih cepat dan efisien, terutama bagi pengguna yang mengelola server atau lingkungan kerja berbasis Linux.

Jika kamu ingin menerapkan perintah dasar Linux secara optimal, memiliki server yang andal adalah langkah penting. Dewaweb sebagai perusahaan layanan Web Hosting Terbaik Indonesia yang salah satunya adalah VPS Cloud Server Terbaik yang stabil, aman, dan cepat, sehingga kamu dapat mengelola server Linux dengan lancar tanpa khawatir masalah downtime.

Banner Desktop