Dewaweb Blog | Mengenal Apa itu Copywriting – Skill ini wajib dimiliki oleh para digital marketer untuk meningkatkan kualitas dan keberhasilan konten pemasaran yang mereka lakukan, sehingga Copywriting adalah sebuah skill menulis yang digunakan untuk kebutuhan pemasaran.
Data dari studi kasus Hairstrong menunjukkan bahwa sejak implementasi strategi copywriting, conversion rate yang diterima website mereka mencapai 266%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan copywriting yang tepat memberikan dampak yang besar terhadap website.
Studi kasus: https://itsjillwise.com/increase-website-conversions-hairstrong/
Tertarik ingin memahami copywriting secara lebih lanjut? Simak artikel ini sampai akhir ya!
Baca juga: Apa Itu SEO Copywriting? Pengertian, Contoh, & Cara Melakukannya
Apa itu Copywriting?
Apa Itu Copywriting? – Copywriting adalah proses pembuatan tulisan yang bersifat persuasif untuk mendorong pembacanya dalam melakukan kegiatan yang diinginkan, seperti pembelian produk/layanan, mengisi formulir, membuka link, mengunduh aplikasi, dan lain sebagainya.
Tidak hanya untuk pemasaran konvensional saja, copywriting juga bisa digunakan untuk konten pemasaran digital. Strategi komunikasi ini dapat membuat demand perusahaan terhadap copywriter semakin meningkat, sehingga kualitas promosi semakin membaik.
Penerapan copywriting dapat ditemukan di dalam website, seperti:
- Landing page: Dirancang untuk menarik perhatian dan mengarahkan pengunjung agar melakukan tindakan tertentu.
- CTA (Call to Action): Berfungsi untuk mengajak audiens melakukan langkah spesifik, seperti ‘Beli Sekarang’ atau ‘Daftar Gratis’
- Newsletter: Menjaga hubungan dengan audiens melalui konten informatif dan ajakan halus untuk berinteraksi dengan brand.
- Email marketing: Digunakan untuk membangun kepercayaan dan mendorong konversi melalui pesan yang personal dan relevan.
Melalui contoh penerapan tersebut, copywriting bukan hanya sekedar tulisan, tetapi strategi pemasaran yang mampu memengaruhi keputusan audiens secara halus dan efektif.
Baca juga: 15 Contoh Landing Page Menarik dari Berbagai Industri untuk Inspirasi
Jenis-Jenis Copywriting
Ada berbagai jenis copywriting yang digunakan untuk tujuan berbeda. Berikut beberapa jenis copywriting yang paling sering digunakan untuk meningkatkan konversi & perhatian publik, di antaranya:
1. Direct Response Copywriting

Direct response copy biasa ditemukan dalam tombol yang dapat diklik atau CTA dan biasanya berisi ajakan untuk melakukan sebuah kegiatan. Ajakan tersebut berupa dorongan untuk mendaftar, mencoba free trial, memasukkan produk ke dalam keranjang, hingga berlangganan newsletter.
Biasanya, ditulis sesingkat dan sedemikian rupa agar mudah dipahami dan menarik. Sebagai contoh, “Beli Sekarang”, “Free Trial 7 hari!”, “Diskon Terbatas!!!”, dan lain sebagainya.
Tujuan dari direct response copywriting ini untuk memicu respons langsung dari audiens untuk segera mengambil tindakan tertentu setelah membaca pesan yang disampaikan.
2. Marketing Copywriting
Marketing copywriting adalah jenis copywriting yang digunakan untuk menyampaikan informasi seperti fungsi atau manfaat produk guna membuat audiens ingin membelinya. Kamu bisa menemukan jenis copywriting ini pada billboard, spanduk, brosur, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan direct response copywriting, marketing copywriting lebih berfokus pada membangun kesadaran dan persepsi positif terhadap suatu brand, sehingga dapat memotivasi audiens untuk membeli produk yang ditawarkan.
3. Brand Copywriting

Brand copywriting adalah jenis copywriting yang digunakan untuk membangun dan memperkenalkan citra serta identitas brand kepada audiens. Tujuannya agar audiens dapat mengingat dan mengenal identitas brand di pasar.
Kamu bisa menemukan beberapa contoh brand copywriting, seperti tagline atau slogan. Beberapa contohnya, yakni ‘Just Do It’ milik Nike, ‘I’m Lovin It’ milik McD, ‘Jagonya Ayam’ milik KFC, dan sebagainya.
Selain itu, brand copywriting sering kali ditemui di halaman beranda, landing page, iklan, dan lokasi lainnya yang mengandung unsur brand. Contohnya adalah “Website Cepat & Aman Dengan Hosting Terbaik”, yang merupakan tagline dari Dewaweb yang menjelaskan bahwa website bisa cepat dan aman dengan menggunakan layanan web hosting terbaik dari DewaWeb.
4. SEO Copywriting

Selanjutnya adalah SEO copywriting. SEO copywriting adalah jenis copywriting yang digunakan untuk memaksimalkan SEO konten agar bisa mendapatkan ranking tinggi di SERP dan menempati posisi di halaman pencarian utama.
Kamu dapat menggunakan keyword dengan tingkat pencarian tinggi dalam konten untuk mempermudah algoritma pencarian dari mesin pencari. Jenis copywriting bisa ditemukan pada landing page atau deskripsi produk di website perusahaan.
5. Technical Copywriting
Jenis copywriting yang terakhir adalah technical copywriting. Technical copywriting berfokus dalam memberikan edukasi, panduan, hingga informasi mendetail mengenai produk atau layanan yang kamu beli.
Tujuannya adalah mempermudah audiens dalam menggunakan produk sekaligus meningkatkan tingkat kepuasan mereka terhadap bisnis. Kamu bisa menemukannya dalam bentuk buku manual, buku teknis, konten tips and trick, dan lain sebagainya.
Tips Copywriting yang Menarik
Untuk membuat copywriting yang efektif dan menarik perhatian, kamu membutuhkan beberapa tips? Apa saja? Berikut tips membuat copywriting lebih persuasif, di antaranya:
1. Mengubah sudut pandang pembaca
Copywriting yang terlihat menarik adalah copywriting yang membuat audiens tidak menyadari bahwa konten yang mereka baca adalah konten promosi. Caranya dengan tidak secara blak-blakan menunjukkan tujuan dari konten yang sedang kamu buat.
Kamu bisa memulai konten dengan menggunakan hook seperti “Pernahkah kamu mengalami masalah berikut….”. Dengan begitu, kemungkinan besar audiens akan tertarik dan pada akhirnya membaca konten sampai akhir.
2. Pahami kebutuhan audiens
Pembuatan copywriting tentunya harus mampu menyentuh kondisi emosional dari pembaca. Maka dari itu penting bagi copywriter untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum menulis konten, salah satunya dengan memahami kebutuhan audiens.
Ketika kamu sudah mengetahui apa yang dibutuhkan audiens, akan lebih mudah untuk kamu menjelaskan secara detail produk atau layanan yang ditawarkan. Langkah ini juga yang akan membuat kamu tahu unique selling proposition yang dimiliki bisnis.
3. Mudah untuk dipahami
Konten copywriting tentunya tidak boleh berputar-putar dan membuat pembaca kebingungan. Kamu dapat menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan langsung membahas inti yang ingin disampaikan.
Jangan terlalu banyak menggunakan tulisan yang bersifat detail karena bisa cukup membosankan untuk dibaca dan terlihat tidak menarik.
4. Sesuaikan gaya penulisan
Dalam menulis copywriting, penting untuk memperhatikan gaya bahasa yang digunakan. Sebab, setiap platform, seperti media sosial, surat kabar, hingga billboard memiliki gaya penulisan yang berbeda.
Sebagai contoh, gaya penulisan copywriting di media sosial mengedepankan gaya yang santai, namun tetap interaktif. Maka, kamu bisa menggunakan kalimat berikut ini, yakni:
“Mau website cepat, aman, dan tampil profesional? Yuk, upgrade ke Cloud Hosting Dewaweb sekarang!”
5. Gunakan CTA
Tips copywriting terakhir adalah penggunaan CTA. Jangan lupa untuk menggunakan CTA guna mendorong audiens dalam melakukan kegiatan seperti mengunduh aplikasi, membeli produk, dan lain sebagainya.
Penggunaan CTA bisa kamu letakkan di bagian tengah atau bagian paling bawah konten. Akan lebih baik menggunakan kalimat yang bersifat urgensi, seperti “Hubungi Secepatnya!”, “Diskon Terbatas” untuk mendorong pembaca dalam melakukan CTA.
Yuk, Mulai Terapkan Copywriting Dari Sekarang!
Copywriting adalah kemampuan menulis bersifat persuasif yang digunakan untuk kebutuhan komersial atau pemasaran. Sebagai digital marketer, skill ini sangat kamu butuhkan agar konten yang dibuat dapat memberikan hasil yang lebih efektif.
Kamu bisa mengikuti tips di atas untuk level-up copywriting yang kamu buat. Pastikan copywriting mampu menarik perhatian dan menyampaikan pesan dengan jelas. Demikian artikel ini, semoga bermanfaat!

