Dalam jaringan komputer, topologi tree adalah cara menghubungkan perangkat yang sering dipakai. Topologi ini punya beberapa tingkat dan cocok untuk membuat jaringan besar yang rapi dan teratur.
Sederhananya, topologi tree mirip seperti pohon di mana setiap perangkat terhubung secara hierarkis. Di sisi lain, topologi ini juga seringkali disebut sebagai percampuran antara dua topologi berbeda, yakni topologi star dan bus.
Lalu, bagaimana cara kerja topologi tree? Apa saja ciri khasnya, serta apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai topologi tree pada artikel ini!
Baca juga: Mengenal Topologi Star yang Praktis dan Mudah Digunakan
Apa itu Topologi Tree?

Topologi tree adalah metode pembangunan jaringan yang pengembangannya dilakukan dengan menggabungkan karakteristik dari dua topologi berbeda, yakni topologi star (bintang) dan bus (tunggal).
Jaringan ini menggunakan topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone, kemudian akan muncul node-node seperti cabang yang diambil dari jalur backbone tersebut.
Maka dari itu, topologi tree sering dikatakan mirip seperti pohon karena susunannya bercabang. Cabangnya seperti jalur utama, dan rantingnya seperti bagian jaringan yang lebih kecil
Selain itu, topologi tree menjadi solusi untuk mendukung pengembangan jaringan berskala besar. Agar dikelola dengan sederhana, seluruh jaringan perangkat dibagi secara terorganisir. Hasilnya, manajemen data dan identifikasi kerusakan dapat dilakukan lebih mudah.
Baca Juga: Jaringan Komputer: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Topologinya
Cara Kerja Topologi Tree
Cara kerja topologi tree adalah berpusat pada simpul pusat (root) yang mengirimkan data menggunakan jalur cabang ke node-node yang ada dalam jaringan.
Misalnya, ketika satu perangkat ingin mengirimkan data ke perangkat lain, data tersebut akan mengalir secara terstruktur melalui struktur pohon, melewati hub, hingga akhirnya diterima oleh perangkat tujuan.
Supaya tidak gagal paham, simak cara kerja topologi tree berikut ini:
- Perangkat komputer (client) dikelompokkan terlebih dahulu menggunakan hub layaknya topologi star.
- Agar koneksi dapat terjadi, masing-masing kelompok akan dihubungkan satu sama lain dengan topologi bus menggunakan kabel utama yang merupakan tulang punggung atau backbone.
- Data yang dikirimkan kelompok jaringan pertama akan melewati hub hingga akhirnya tersambung dengan kelompok jaringan kedua atau tingkat lainnya.
Karena sifatnya terstruktur, komunikasi antar perangkat dapat dengan mudah dipantau dan dikelola. Dengan struktur hierarki seperti ini, administrator atau pengelola jaringan juga tidak akan menemui kesulitan besar dalam memetakan atau mengontrol trafik antar perangkat.
Baca juga: Apa itu Topologi Bus? Pengertian, Kelebihan & Kekurangannya!
Ciri-Ciri Topologi Tree
Topologi tree adalah gabungan dari dua jenis topologi, jadi punya ciri khas yang berbeda dari yang lain. Berikut ini beberapa ciri-cirinya:
1. Terdiri dari simpul pusat dan tingkat cabang
Ciri paling menonjol dari topologi tree adalah memiliki struktur hierarki yang jelas. Di mana terdapat simpul pusat (root) di bagian paling atas sebagai pusat kendali jaringan.
Berawal dari simpul pusat, setiap paket data akan ditransfer ke node-node yang lebih rendah dan menjadi titik cabang baru sehingga jaringan bisa terus berkembang secara bertingkat.
2. Berperan sebagai client atau sub-server
Node-node dalam topologi pohon dapat berperan sebagai penerima data (client) atau mendistribusikan data ke tingkat berikutnya (sub-server). Hal ini memungkinkan sistem untuk bekerja secara efisien karena setiap bagian jaringan fokus menjalankan tugas atau fungsi tertentu.
3. Menggunakan kabel backbone
Dalam topologi tree, transmisi data dilakukan menggunakan kabel backbone sebagai jalur utamanya. Dari kabel backbone ini, data antar simpul akan dialirkan hingga ke tingkat jaringan paling rendah.
Kabel backbone adalah kabel utama dalam topologi tree yang menghubungkan setiap simpul dan cabang, sehingga keberadaannya sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kecepatan jaringan. Maka itu, jika backbone mengalami kerusakan maka kinerja jaringan keseluruhan mungkin akan terganggu.
Kelebihan Topologi Tree
Setelah memahami apa itu topologi tree, ciri-ciri, dan cara kerjanya, kamu juga perlu mengetahui kelebihan dari model jaringan ini. Berikut beberapa kelebihan topologi tree:
1. Skalabilitas tinggi
Kelebihan pertama topologi jaringan tree adalah memiliki skalabilitas yang lebih dibandingkan topologi jaringan lain. Topologi ini mendukung penambahan node baru tanpa harus mengubah struktur yang sudah ada.
Selain itu, setiap cabang juga dapat diperluas lagi menjadi sub-cabang baru, di mana hal ini mungkin tidak dapat dilakukan pada topologi jenis lain.
2. Manajemen jaringan lebih terstruktur
Selain skalabilitas yang tinggi, manajemen jaringan pada topologi pohon juga tergolong baik dan terstruktur. Struktur hierarki yang terorganisir memungkinkan administrator untuk mengidentifikasi masalah lebih cepat, mengelola jaringan lebih mudah, hingga membatasi akses di level tertentu.
3. Cocok untuk jaringan besar
Topologi tree cocok untuk jaringan besar dan kompleks karena memiliki kemampuan untuk mengelompokkan perangkat berdasarkan fungsi atau departemen tertentu. Oleh karena itu, topologi ini seringkali digunakan di institusi atau perusahaan besar.
Kekurangan Topologi Tree
Meskipun cocok untuk membangun jaringan berskala besar, topologi jaringan tree juga tidak terlepas dari sejumlah kekurangan. Berikut beberapa kekurangan dari topologi tree:
1. Ketergantungan pada backbone
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa topologi tree sangat bergantung pada kabel backbone. Sebagai jalur utama, backbone memiliki peran penting dalam mengalirkan data ke tingkat jaringan di bawahnya. Oleh karena itu, seluruh jaringan bisa saja mengalami kendala jika backbone-nya mengalami gangguan.
2. Biaya instalasi lebih mahal
Dalam pengembangannya, topologi tree memerlukan banyak perangkat keras seperti hub, switch, dan kabel dengan jumlah yang banyak. Terlebih jika terdapat error pada perangkat dengan hierarki tertinggi, sehingga seluruh perangkat di bawahnya ikut mengalami masalah.
Karena permasalahan tersebut, topologi tree memerlukan biaya yang cukup besar untuk membangun topologi jaringan ini cenderung lebih besar.
3. Konfigurasi dan pemeliharaan kompleks
Terakhir, konfigurasi dan pemeliharaan topologi tree lebih kompleks dan tergolong sulit. Hal ini disebabkan karena node yang harus dirancang berjumlah cukup banyak. Diperlukan perencanaan yang matang dan mendetail agar jaringan yang dibangun dapat berjalan dengan optimal.
Sudah Tahu Apa itu Topologi Tree?
Topologi tree adalah salah satu bentuk jaringan yang mengkombinasikan karakteristik dari topologi star dan bus. Strukturnya mirip seperti kerangka pohon, di mana terdapat sejumlah simpul yang memiliki peran masing-masing.
Skalabilitas tinggi serta kemudahan dalam manajemen jaringan membuat topologi ini cocok untuk jaringan skala besar, seperti instansi, perusahaan, hingga pemerintahan. Namun, penting juga untuk mempertimbangkan biaya dan kompleksitas konfigurasinya.
Terlepas dari itu, jika kamu sedang membangun infrastruktur digital seperti website, pastikan juga untuk memilih layanan hosting dan domain yang andal dan cepat. Untungnya, Dewaweb hadir sebagai penyedia layanan terpercaya dengan teknologi terbaru, keamanan tinggi, dan jaminan uptime SLA hingga 100%. Yuk, mulai bangun website impianmu dengan dukungan terbaik dari Dewaweb!

