Dewaweb Blog | Mengenal Istilah dalam Hosting yang Wajib Kamu Ketahui! – Terdapat beberapa istilah dalam hosting yang penting untuk kamu ketahui sebelum mengenal lebih dalam tentang hosting. Mengetahui dan memahami istilah-istilah tersebut dapat membantu kamu dalam memahami cara hosting bekerja, hubungannya dengan server, hingga cara mengelola hosting secara mandiri.
Artikel ini akan menjelaskan 30 lebih istilah penting dalam hosting yang wajib kamu ketahui. Maka dari itu, simak artikelnya sampai akhir ya!
1. Nameserver
Nameserver adalah web server yang digunakan untuk memetakan nama domain ke alamat IP yang terkait. Nama domain tersebut nantinya akan diterjemahkan ke alamat IP untuk dicari. Hal ini membuat user tidak perlu mengingat alamat IP dari situs yang ingin dikunjungi.
2. Hosting
Hosting atau sering disebut juga sebagai web hosting, adalah tempat penyimpanan file, media, video, audio, dan lainnya, yang di mana akan diakses oleh pengunjung website nantinya.
Data-data tersebut disimpan secara online sehingga memungkinkan website untuk diakses kapan saja. Tanpa menggunakan hosting, website tidak akan bisa diakses secara online.
3. Migrasi
Migrasi adalah proses pemindahan website dan seluruh data di dalamnya dari satu penyedia hosting ke layanan hosting lainnya. Hal ini biasa dilakukan karena layanan hosting baru menyediakan fitur yang lebih beragam atau ingin menghemat biaya.
Jika proses migrasi dilakukan dengan benar, maka waktu downtime akan menjadi minimal dan transisi perpindahan website akan lebih lancar.
4. Cloud hosting
Cloud hosting adalah layanan hosting di mana data akan disimpan dalam beberapa server yang berbeda namun masih terhubung dalam jaringan cloud.
Tujuannya adalah jika salah satu server data down, website akan tetap bisa diakses karena backup datanya tersimpan di server lain.
Shared hosting adalah layanan hosting di mana satu server beserta resourcenya dibagi dan digunakan oleh beberapa pengguna sekaligus. Hal ini menyebabkan harga paket shared hosting relatif lebih murah dan cocok digunakan oleh website yang trafficnya belum besar.
Namun, kelemahannya adalah jika satu pengguna menggunakan resource terlalu banyak, maka kinerja website pengguna lain bisa menjadi lambat hingga terkena downtime.
6. WordPress hosting
WordPress hosting adalah layanan hosting yang direkomendasikan dan dikhususkan bagi pengguna WordPress. Hosting ini bertujuan agar pengguna dapat menggunakan CMS WordPress dengan lebih optimal.
WordPress hosting juga memiliki beberapa fitur tambahan yang berbeda seperti HTTP/2, WordPress Accelerator, WordPress Toolkit, SSD Ultrafast, Cloudflare Support, dan lain sebagainya.
7. VPS
VPS atau Virtual Private Server adalah layanan yang memberikan penggunanya akses penuh atas satu server virtual pribadi beserta resource didalamnya. VPS cocok digunakan oleh pengguna dengan website yang trafficnya tinggi.
Harga dari VPS relatif lebih mahal dibandingkan shared hosting karena pengguna memiliki kendali atas satu server secara penuh. Pengguna juga diberikan kebebasan untuk mengubah atau menambah komponen sesuai kebutuhan.
8. Managed & Unmanaged hosting
Managed hosting adalah layanan hosting di mana penyedia layanan akan mengelola dan memantau seluruh kebutuhan teknis dari server yang kamu beli. Layanan ini cocok digunakan oleh pengguna yang tidak memiliki keterampilan teknis dan hanya ingin berfokus pada bisnis yang dijalankan.
Unmanaged hosting adalah layanan hosting di mana pengguna diberikan tanggung jawab penuh atas segala aspek teknis dari server. Layanan ini cocok digunakan oleh pengguna yang memiliki keterampilan teknis/profesional serta ingin memiliki kendali penuh atas server.
9. Dedicated server hosting
Dedicated server hosting adalah layanan hosting di mana satu server fisik disediakan secara khusus untuk sebuah perusahaan atau individu. Layanan ini merupakan layanan paling mahal yang tersedia di pasaran.
Jenis hosting ini biasanya digunakan oleh perusahaan besar yang membutuhkan hosting dengan performa tinggi dan keamanan yang maksimal.
10. Backup
Backup adalah proses penyalinan data berupa file, database, email, dan lainnya dari layanan hosting. Proses ini dilakukan untuk menjaga data bila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti downtime atau hacker.
Maka dari itu, kamu harus menggunakan layanan hosting yang menyediakan fitur backup dan melakukannya secara rutin.
11. Disk space
Disk space adalah istilah untuk kapasitas storage hosting yang disediakan provider hosting. Data yang dapat disimpan disini beragam, mulai dari foto, video, audio, gambar, software, dan lainnya.
Besar kapasitas disk space sendiri beragam tergantung dari harga paket hosting yang disediakan. Semakin tinggi harga paketnya semakin besar pula disk space yang didapat.
12. Disk I/O Throughput
Disk I/O throughput adalah ukuran data yang bisa ditulis/dibaca oleh disk dalam satuan waktu, biasanya diukur dalam satuan MB/s atau GB/s.
Fungsinya adalah menentukan seberapa cepat sistem/disk dapat mengakses dan memproses data. Semakin tinggi throughput, maka semakin cepat juga sistem bekerja.
13. Bandwidth
Bandwidth adalah kapasitas transfer data melalui jaringan yang bisa digunakan oleh website dalam satu waktu. Biasanya diukur dalam bit per detik (bps) atau megabyte per detik (Mbps).
Jika bandwidth yang dimiliki terbatas, maka kegiatan transfer data akan menjadi lambat terutama jika datanya cukup besar. Maka dari itu, ada baiknya kamu berlangganan paket hosting yang menyediakan unlimited bandwidth.
14. Inode
Inode adalah istilah untuk struktur data yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai setiap file dan direktori pada server hosting. Semakin besar inode yang dimiliki hosting, semakin besar pula data yang bisa disimpan didalamnya.
Informasi yang biasanya disimpan dalam inode adalah tipe file, permission, ownership, access time, modified time, change time, jumlah softlink dan hardlink, dan ACL.
15. Domain
Domain adalah nama unik yang digunakan sebagai identifikasi dan alamat dari situs web di internet. Domain digunakan sebagai pengganti alamat IP yang rumit.
Domain terdiri dari 2 unsur yaitu nama domain dan ekstensinya. Contohnya dewaweb.com terdiri dari nama domain yaitu dewaweb dan ekstensinya yaitu .com.
16. Subdomain
Subdomain adalah bagian dari domain utama yang berada di satu level bawah dari domain utama dan dapat digunakan untuk situs web terpisah, namun masih berada dibawah domain utama.
Contohnya seperti namacabang.namadomain.com, di mana nama cabang merupakan subdomain dari namadomain.
17. Add-on domain
Add-on domain adalah sebuah fitur dalam hosting di mana pengguna dapat menambah domain di bawah akun hosting yang sama. Fitur ini membuat kamu dapat membuat beberapa website dengan domain yang berbeda namun dibawah akun hosting yang sama.
Fitur ini cocok jika kamu ingin berhemat karena tidak perlu lagi membeli paket hosting untuk setiap domain baru yang dibuat.
18. Control panel
Control panel adalah interface yang menyediakan alat untuk mengelola dan mengontrol hosting dan situs web yang kamu miliki. Control panel cocok digunakan jika kamu tidak memiliki kemampuan teknis dalam mengelola hosting.
Kamu dapat mengelola file, memantau penggunaan resource, membuat akun email, dan lain sebagainya. Control panel yang populer untuk digunakan saat ini adalah cPanel dan Plesk.
19. DNS (Domain Name System)
DNS atau Domain Name System adalah sebuah sistem yang memungkinkan kamu untuk mengunjungi situs web hanya dengan mengetikkan nama domainnya saja.
Sistem nantinya akan secara otomatis mengubah nama domain menjadi IP address untuk dicari perangkat.
20. FTP (File Transfer Protocol)
FTP atau File Transfer Protocol adalah sebuah fitur yang digunakan untuk transfer file dari web client ke web server secara online atau melalui jaringan lainnya.
Fitur ini digunakan untuk membantu kamu mengunggah file website ke hosting atau mendownload sebuah file.
21. SSL (Secure Socket Layer)
SSL atau Secure Socket Layer adalah protokol yang mengubah data komunikasi antara browser dan website menjadi kode enkripsi untuk melindungi keamanannya.
SSL wajib dimiliki jika website kamu memiliki kegiatan transaksi online di dalamnya. SSL berperan penting dalam menjaga keamanan data yang dilakukan pengunjung selama berada di dalam website.
22. CMS (Content Management System)
CMS atau Content Management System adalah software yang digunakan untuk membuat website dengan mudah tanpa coding. Kamu hanya perlu menginstall CMS ke hosting dan langsung membuat website dengan mudah.
Terdapat banyak CMS yang bisa kamu gunakan, namun CMS yang paling direkomendasikan adalah WordPress.
23. CPU core
CPU core adalah unit pemrosesan dalam CPU yang bertugas untuk mengeksekusi instruksi serta memproses data secara mandiri. Dalam hosting, CPU core memiliki kekuatan yang lebih besar dan bertugas dalam bertindak sesuai instruksi pengguna hosting.
Semakin besar core yang dimiliki hosting, maka kinerja kerjanya pun juga akan semakin cepat. Maka dari itu, jika website memiliki traffic tinggi, pastikan kamu menggunakan hosting dengan core yang besar.
24. Database
Database adalah platform penyimpanan data terstruktur yang disimpan dalam hosting. Data yang disimpan biasanya berupa data pengguna, konten website, dan lain sebagainya.
Jenis database yang paling banyak digunakan saat ini adalah MySQL dan MariaDB karena sifatnya yang open source dan gratis.
25. MySQL
MySQL adalah sistem manajemen database open source yang bertugas untuk melakukan proses CRUD (Create, Read, Update, Delete).
MySQL menjadi database yang paling banyak digunakan karena sifatnya yang fleksibel, kinerja yang baik, dan dapat diinstal di berbagai OS seperti Linux, Windows, MacOS, dan lainnya.
26. IP Address
IP (Internet Protocol) Address adalah nama unik berupa deretan angka yang berguna untuk identifikasi alamat server. IP address biasanya dimiliki oleh website, server, atau berbagai perangkat digital seperti komputer, laptop, dan modem.
Jika kamu menggunakan shared hosting maka kamu akan berbagai IP address yang sama dengan pengguna lainnya, tetapi dengan VPS kamu sudah memiliki IP address sendiri.
27. Apache
Apache adalah web server gratis berbasis open source yang dapat digunakan untuk menayangkan konten dari website di internet.
Apache banyak digunakan karena konfigurasinya yang mudah dan dalam penggunaannya tidak butuh pengaturan yang rumit. Selain itu, Apache juga kompatibel dengan berbagai modul server dan mampu menjalankan permintaan dalam jumlah yang besar.
28. Litespeed
Litespeed adalah web server yang digunakan untuk menyajikan konten secara cepat dan efisien. Litespeed merupakan pengembangan dari Apache dan dapat bekerja lebih cepat dibanding Apache.
Litespeed juga dapat digunakan dengan beberapa control panel seperti cPanel, Plesk, dan Direct Admin.
29. Data Center
Data center adalah fasilitas yang dirancang khusus untuk menyimpan, memproses, dan mengelola server serta data-data penting berupa aplikasi, informasi bisnis, rahasia perusahaan, dan lain sebagainya.
Gedung data center biasanya berada di kota-kota besar karena akses internet dan tingkat keamanannya yang tinggi.
30. Downtime
Downtime adalah sebuah periode waktu di mana sistem atau website tidak bisa diakses karena adanya masalah internal maupun external. Dampak dari terjadinya downtime seperti produktivitas menurun, aplikasi tidak bisa diakses, hingga kerugian secara finansial.
31. Plugins
Plugins adalah sebuah komponen software yang ditambahkan pada aplikasi atau website dengan tujuan untuk meningkatkan fungsionalitas. Tujuan dari pemasangan plugin adalah untuk memperluas dan meningkatkan kemampuan program utama.
Contohnya adalah mempermudah pembuatan formulir kontak, meningkatkan keamanan, menambah tombol, hingga memungkinkan video untuk diputar langsung di peramban.
32. SMTP
SMTP atau Simple Mail Transfer Protocol adalah protokol komunikasi standar di internet untuk mengirim dan menerima email. SMTP akan mengantarkan email ke server email, yang kemudian akan diteruskan ke penerima.
Namun, SMTP hanya digunakan untuk proses pengiriman dan bukan pengambilan email. Untuk mengambil email dibutuhkan protokol lain seperti IMAP atau POP3.
Pahami Istilah Hosting di Atas!
Setelah membaca artikel di atas, kamu sudah harus memahami dan mengingat istilah hosting di atas. Istilah di atas penting untuk kamu ketahui terutama jika kamu ingin berlangganan hosting.
Dengan memahami istilah di atas, kamu dapat mengetahui komponen-komponen yang dibutuhkan oleh website dalam hosting. Demikian artikel ini, semoga informasinya bermanfaat!

