Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Mengenal Apa itu Cybersquatting & Cara untuk Mencegahnya

Dewaweb cover

Cybersquatting adalah praktik penyerobotan nama domain, biasanya dengan tujuan mengambil keuntungan dari nama brand, perusahaan, atau tokoh terkenal. Di beberapa negara, tindakan ini masih dianggap sah.

Indonesia pun tak luput dari kasus serupa. Salah satu yang paling dikenal adalah penyerobotan domain milik BCA yang terjadi di awal tahun 2000-an. Penasaran seperti apa modus cybersquatting dan apa saja contoh kasus nyatanya? Yuk, baca selengkapnya di artikel yang sudah Dewaweb rangkum khusus buat kamu!

Baca juga: Apa Itu Domain? Cara Kerja, Fungsi, & Jenis-Jenis Domain

Banner Mobile

Apa Itu Cybersquatting?

Cybersquatting adalah bentuk kejahatan siber yang melibatkan pendaftaran nama domain milik orang lain, biasanya nama brand, perusahaan, atau tokoh terkenal, dengan tujuan mencari keuntungan pribadi.

Tindakan ini bukan sekadar penyerobotan, tapi sering dimulai dengan niat spekulatif, yaitu pelaku mendaftarkan nama domain yang belum sempat diamankan oleh pemilik sahnya, lalu menawarkannya kembali dengan harga tinggi. Tidak heran, pelaku cybersquatting  menyasar nama-nama populer.

Salah satu contoh nyata terjadi di Indonesia pada awal 2000-an, ketika nama domain yang mirip dengan situs resmi BCA didaftarkan oleh pihak ketiga. Domain tersebut kemudian digunakan untuk menipu pengguna dan merusak reputasi brand.

Baca juga: 13+ Jenis-Jenis Cyber Crime Paling Berbahaya & Perlu Diwaspadai

Dampak Cybersquatting

Setiap kejahatan siber pasti berdampak buruk bagi korbannya. Dalam kasus cybersquatting, tujuannya adalah menipu pengguna internet agar percaya pada situs palsu yang menyerupai brand populer, seperti Netflix dan lainnya. Berikut beberapa dampak yang bisa dirasakan dari cybsersquatting.

1. Phishing

Salah satu kasus yang dialami Wells Fargo menyebutkan bahwa oknum yang melakukan cybersquatting pada perusahaannya melakukan pencurian informasi pelanggan yang penting dan rahasia. Istilah lain dari pencurian informasi tersebut dikenal sebagai phishing.

2. Penyebaran Malware

Selanjutnya adalah penyebaran malware. Lebih lanjut, malware adalah singkatan dari malicious software. Penyebaran malware ini bertujuan untuk membahayakan, menyusup, atau merusak sebuah komputer. Contoh kasus cybersquatting yang menyebabkan penyebaran malware adalah domain yang mencatut nama Samsung.

3. Serangan Command dan Control

Serangan command dan control atau command and control attack adalah jenis serangan siber yang menyebabkan para hackernya bisa mengonrol PC individu dan menyuntikkan malware ke dalam komputer tersebut. Contoh kasus cybersquatting yang menyebabkan terjadinya serangan command and control yakni yang mencatut domain Microsoft.

4. Potentially Unwanted Program (PUP)

Adapun akibat lain dari cybersquatting yakni Potentially Unwanted Program (PUP). Jenis kejahatan siber ini bisa menyebabkan komputer berjalan lebih lambat dari biasanya, menampilkan iklan yang tidak diharapkan. Kemudian, kemungkinan terburuknya adalah menginstal perangkat lunak lain yang lebih berbahaya dan mengganggu.

Baca juga: Tips untuk Meningkatkan Keamanan Website Kamu

Contoh Kasus Cybersquatting di Indonesia

Cybersquatting bukan hal baru di Indonesia. Praktik ini sudah beberapa kali terjadi dan membawa dampak merugikan, terutama bagi brand besar yang namanya disalahgunakan. Beberapa contoh kasus yang pernah terjadi antara lain:

  • KlikBCA (awal 2000-an): Pelaku membuat situs palsu dengan domain yang menyerupai KlikBCA untuk menipu pengguna dan mencuri data pribadi.

  • Program Prakerja: Situs palsu prakerja menyebar melalui media sosial dan WhatsApp, padahal situs resmi hanya ada di prakerja.go.id.

  • Netflix (kasus internasional): Pelaku mendaftarkan domain mirip seperti netflix-login[dot]com untuk menjebak pengguna dan mencuri informasi login mereka.

Jika melihat lebih luas, cybersquatting memang jadi celah besar dalam kejahatan siber. Tercatat ada lebih dari 2.595 domain berbahaya yang digunakan untuk distribusi malware dan phishing, serta 5.104 domain yang dianggap berisiko tinggi karena bisa mengecoh pengguna kapan saja.

Cara Mencegah Cybersquatting

Tidak perlu khawatir, kamu dapat melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari cybersquatting. Lebih jelas, berikut beberapa cara mencegah cybersquatting, di antaranya:

1. Mendaftarkan nama domain sendiri

Langkah pertama dan paling penting untuk mencegah cybersquatting adalah segera mendaftarkan nama domain yang berkaitan dengan brand atau bisnis kamu. Jangan tunggu hingga bisnis berkembang, akan lebih baik jika kamu mengamankan nama domain sejak awal, termasuk berbagai variasi ejaan dan ekstensi seperti .com, .id, dan .net.

2. Gunakan registrar terpacaya

Pastikan kamu membeli dan mengelola melalui penyedia layanan domain yang kredibel dan memiliki sistem keamanan yang kuat. Registrar yang terpercaya biasanya dilengkapi dengan fitur seperti domain lock dan sistem verifikasi ganda untuk mencegah transfer ilegal atau akses tanpa izin.

3. Mengaktifkan proteksi WHOIS

WHOIS dapat menyimpan informasi pemilik domain dan bisa diakses publik jika tidak dilindungi. Dengan mengaktifkan WHOIS Protection, data pribadi kamu, seperti nama, email, dan nomor telepon akan disembunyikan dari pencarian publik, sehingga lebih aman dari penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

4. Memantau domain yang mirip atau terkait

Lakukan pemantauan rutin terhadap domain-domain yang memiliki kemiripan dengan nama brand atau bisnis kamu. Ini penting untuk mendeteksi sejak dini jika ada pihak yang mencoba meniru atau menyesatkan pengguna lewat domain palsu.

5. Melindungi nama brand secara hukum

Daftarkan nama brand atau logo bisnis kamu sebagai merek dagang resmi. Dengan perlindungan hukum yang kuat, kamu bisa mengambil tindakan tegas jika ada pihak yang menggunakan nama brand kamu secara ilegal dalam bentuk domain atau media digital lainnya.

Sudah Tahu Apa itu Cybersquatting?

Cybersquatting adalah tindakan di mana seseorang mendaftar, menjual, atau menggunakan nama domain orang lain dengan maksud untuk mengambil suatu keuntungan. Kejahatan siber ini bisa menimbulkan berbagai macam akibat, seperti penyebaran malware, phishing, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, terdapat beberapa kasus cybersquatting, salah satunya adalah situs domain pra kerja BCA yang dimanipulasi. Sayangnya, situs tersebut sudah tersebar di media sosial dan WhatsApp, sehingga menimbulkan beberapa korban.

Untuk menghindari terjadi cybersquatting, gunakan alamat domain yang sudah terverifikasi keamanannya. Dengan begitu, website bisa menjadi lebih aman dan terhindar dari cybersquatting. Salah satu cara terbaik adalah mendaftarkan domain melalui penyedia layanan tepercaya seperti Dewaweb!

Banner Desktop